Pemanfaatan Laboratorium Virtual di SMA

Tak Berkategori  Tagged , No Comments »

Senin, 13 April 2009 diadakan sebuah kegiatan yang bernama Forum Group Discussion (FGD) dengan tema: “Pemanfaatan Laboratorium Virtual untuk SMA”.

Peserta FGD Pemanfaatan Laboratorium Virtual di SMA

Peserta FGD Pemanfaatan Laboratorium Virtual di SMA

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Staf Ahli Menteri Pendidikan Nasional bidang IPTEK (Ilmu Pengetahuan dan Teknologi) yang di pimpin oleh Dra. Harlina Yuhetti, M.Pd

Penutupan Acara FGD di Depdiknas Senayan Jakarta

Penutupan Acara FGD di Depdiknas Senayan Jakarta

Pesrta yang diundang dalam acara FGD ini adalah guru-guru dari SMA favorit di Jakarta. Ada 18 Sekolah Favorit yang diundang dalam acara ini.

Pembukaan Acara FGD oleh Prof. Dr. Yusufhadi Miarso

Pembukaan Acara FGD oleh Prof. Dr. Yusufhadi Miarso. M.Sc

Acara ini dibuka oleh Prof. Dr. Yusufhadi Miarso, M.Sc (Ketua Tim Kajian Virtual Labs) dan didampingi oleh Wijaya Kusumah, Dr. Soekardjo, dan Dr. Laksmi sebagai fasilitator FGD Depdiknas.

acara rehat coffe FGD

acara rehat coffe FGD di Depdiknas

Kami banyak mendapatkan masukan dari teman-teman guru tentang pengelolaan laboratorium IPA di SMA.

acara rehat coffe FGD di depdiknas

acara rehat coffe FGD di depdiknas

Ternyata untuk membuat laboratorium IPA yang ideal dibutuhkan biaya sekitar 500 juta rupiah, dan ini bisa disiasati dengan adanya laboratorium virtual yang memanfaatkan ICT sebagai multimedia pembelajarannya.

Pada kegiatan FGD ini kami saling berbagi informasi di sekolah masing-masing. Semoga dengan adanya kegiatan ini akan membuat para guru lebih memahami pemanfaatan laboratorium virtual di sekolah.

Kata Pengantar Buku PTK dari Rektor UNJ

pendidikan, penelitian 4 Comments »

Buku Penelitian Tindakan kelas

Buku Penelitian Tindakan kelas

Ketika saya diminta kata pengantar oleh kedua penulis buku ini, yang paling menggunggah saya bukan bukunya yang tebal dan juga bagus, tetapi lebih tertarik kepada para penulisnya, yakni para GURU.

Ditengah banyaknya keluhan para guru yang sulit untuk menulis dan meneliti, dan banyak guru yang pangkat dan golongannya berhenti di IV/a karena tidak punya tulisan ilmiah, kedua Bapak Guru ini bukan sekedar menulis ilmiah, tetapi menulis BUKU.

Sudah pasti kedua orang Pak Guru ini adalah orang-orang yang sangat rajin membaca dan pembelajar yang tekun. Karena untuk menulis buku, dibutuhan pengetahuan dan keterampilan diatas rata-rata. Perlu ketekunan dan keuletan yang didukung pengetahuan yang sangat cukup, untuk menghasilkan sebuah buku. Masih ditambah dengan keberaniannya, yang hanya dimiliki oleh sedikit guru.

Semangat kedua penulis ini untuk berbagi pengetahuan dan keterampilan kepada sesama guru, juga pantas mendapat acungan jempol. Disamping pendidik bagi para siswanya, para penulis juga pendidik bagi para guru lainnya, dan juga para pendidik lainnya khususnya di dalam mengenalkan isi buku ini tentang classroom action research/penelitian tindakan kelas.

Dengan buku ini, pembaca dapat belajar tentang penelitian tindakan kelas mulai dari persiapan, pelaksanaan, sampai dengan cara menyiapkan pelaporan sebuah hasil riset. Dengan buku ini pula, pembaca diperkenalkan berbagai model penelitian tindakan kelas menurut berbagai ahli.

Kalau dilihat dari judulnya Mengenal Penelitian Tindakan Kelas, tersirat pemikiran dan ajakan para penulis kepada pembacanya untuk berani melakukan penelitian sambil terus bekerja sesuai dengan tugas pokoknya.

Artinya para guru dapat melakukan penelitian tanpa harus meninggalkan tugasnya, dan justru kelas dimana para guru mengajar adalah yang dijadikan obyek penelitiannya. Aktivitas di kelas merupakan latar dan sekaligus obyek penelitian dari para guru yang ingin melakukan penelitian tindakan kelas.

Bayangkan, betapa banyak hasil penelitian yang dapat ditulis oleh para guru. Terbayang kedepan, disetiap sekolah terdapat hasil penelitian sebagai buah karya guru. Sesuatu yang sangat membanggakan, khususnya para guru.

Saya menyampaikan selamat kepada penulis, Pak Wijaya Kusumah dan Pak Dedi Dwitagama, karena dengan buku ini banyak sekali guru-guru yang akan belajar untuk melakukan penelitian sambil mengajar. Setelah guru-guru mengunyah habis buku ini, mungkin saja nantinya banyak guru yang berhasil menulis buku yang berkaitan dengan tugas-tugasnya di dalam kelas. Penulis buku ini adalah guru dan penulis yang luar biasa.

buku-ptk-backgroundbuku-ptk-background

Mudah-mudahan diwaktu mendatang, dapat dihasilkan buku-buku lain yang lebih hebat. Sukses untuk Anda berdua!

Jakarta, 9 April 2009
Prof. Dr. Bedjo Sujanto, M.Pd

Tujuan pertama adalah ilmu, sertifikat adalah bonusnya

Tak Berkategori  Tagged No Comments »

Ditengah maraknya usaha guru untuk lulus sertifikasi, banyak sekali pihak yang membantu memfasilitasi dengan mengadakan seminar dan pelatihan guru. Maklum salah satu persyaratan sertifikasi adalah point yang dikumpulkan oleh guru dalam mengikuti seminar baik lokal maupun internasional.

Seminar atau pelatihannya bisa bertempat dimana saja, dari aula hotel mewah sampai ruangan sederhana tanpa penyejuk ruangan. Pembicara atau fasilitatornya pun beragam gaya dan penampilannya, dari yang bergaya ceramah di ruang kuliah sampai yang interaktif dan tidak membosankan.
Bagaimana dengan tema pelatihan atau seminar yang ditawarkan? Jawabannya adalah beragam, dari yang praktis langsung bisa diterapkan dikelas oleh guru sampai pada tema yang lebih kepada memperluas wawasan guru, tanpa memberikan jalan keluar jika guru ingin menerapkannya di dalam kelas bersama siswa.

Banyak dari kaum guru yang dengan cepat mendaftarkan diri untuk mengikuti seminar tanpa mencari tahu kira-kira apa materi apa yang nanti akan didapatkan. Berguna atau tidak jika diterapkan dikelas, menambah perbekalan untuk menjadi guru yang baik atau tidak, yang penting hadir dan mendapat sertifikat.

Padahal sayang sekali jika tujuan utama adalah sertifikat. Jika sertifikat adalah tujuan, macam-macam perilaku yang guru lakukan diruang seminar atau pelatihan, dari mengobrol sampai tertidur pulas. Karena tiada motivasi yang membuat mata tetap terbuka, pikiran tetap bersemangat mencari informasi yang terbaru demi pembelajaran dengan siswa dikelas atau demi peningkatan kemampuan kompetensi sebagai pendidik.

Mari jadikan sertifikat hanya sebagai bonus, panitia seminar atau pelatihan yang baik tidak akan lupa, mereka pasti akan mengusahakannya untuk semua peserta.

Sepulang seminar atau pelatihan, untuk menjaga agar kita tidak lupa segera tulis dalam catatan kecil, lebih baik lagi jika diketik lalu ditempel diruang guru, buat ulasannya di facebook atau blog jika anda punya, agar semua orang melihat dan mendapat manfaat.

Mau lebih baik lagi ?segera terapkan ke dalam pembelajaran anda dikelas, tidak harus tema besarnya tapi hal-hal kecil saja yang anda ingat, apalagi jika anda bilang pada siswa anda bahwa ide ini didapat dari seminar atau pelatihan yang baru dihadiri oleh anda. Saya yakin siswa kita akan tersenyum dan mengatakan, Saya senang diajari oleh guru saya, karena dia mencontohkan saya untuk selalu mau belajar hal baru yang belum diketahuinya .

Agus Sampurno
 http://gurukreatif.wordpress.com/

Kenapa SBY Disukai Oleh Rakyat?

Tak Berkategori  Tagged 2 Comments »

Saya baru saja berdiskusi dengan teman-teman di rumah. Maklumlah dari Kamis sampai dengan minggu ini saya tidak pergi kemana-mana karena libur. Mungkin saya hanya ternak teri saja alias anter anak anter istri (hehehehe). Diskusi kami berkembang mengapa SBY di sukai rakyat indonesia. Tak terasa cukup lama juga kami berdiskusi. Hasil diskusi itu saya coba rangkum dalam posting berikut ini.

SBY disukai rakyat indonesia karena:

  1. Santun dalam berpolitik.
  2. Tidak mau membuat orang lain tersinggung
  3. Tidak mudah marah, lembut tutur katanya manis budi pekertinya
  4. Merangkul semua golongan
  5. mantan jendral yang tidak sombong dan melanyani rakyat dengan sepenuh hati
  6. kepemimpinannya disegani oleh tokoh-tokoh di luar negri
  7. karir politiknya bagus dan tidak pernah melarikan diri dari tanggung jawabnya
  8. pandai memilih mentri-mentri yang di pimpinnya
  9. SBY menghargai jasa-jasa presiden sebelumnya
  10. memiliki karakter dan kepribadian unggul
  11. kharismatik dan mempesona bagi siapa saja yang memandangnya
  12. Selalu memberi contoh keteladanan seorang pemimpin

itulah dua belas hal penting yang saya rangkum dari diskusi bersama teman-teman di rumah, mengapa SBY disukai oleh rakyat indonesia.  Adakah dari pembaca  yang mau menambahkan?

Salam Blogger,

Omjay

Apa sich bedanya model, strategi, pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran!

pendidikan  Tagged 87 Comments »

Belum tahukan bedanya model, strategi, pendekatan, metode dan teknik pembelajaran?

Beda Strategi, Model, pendekatan, Metode, dan Teknik Pembelajaran itu harus anda ketahui bila anda menjadi seorang pendidik.

Banyak yang tidak paham dengan perbedaan anatara strategi, model, pendekatan, metode, dan teknik. Nah berikut ini ulasan singkat tentang perbedaan istilah tersebut.

Model pembelajaran adalah bentuk pembelajaran yang tergambar dari awal sampai akhir yang disajikan secara khas oleh guru di kelas. Dalam model pembelajaran terdapat strategi pencapaian kompetensi siswa dengan pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran.

Pendekatan adalah konsep dasar yang mewadahi, menginsipirasi, menguatkan, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis tertentu. Metode pembelajaran adalah prosedur, urutan, langkah-langkah, dan cara yang digunakan guru dalam pencapaian tujuan pembelajaran.

Dapat dikatakan bahwa metode pembelajaran merupakan jabaran dari pendekatan. Satu pendekatan dapat dijabarkan ke dalam berbagai metode pembelajaran. Dapat pula dikatakan bahwa metode adalah prosedur pembelajaran yang difokuskan ke pencapaian tujuan.

Dari metode, teknik pembelajaran diturunkan secara aplikatif, nyata, dan praktis di kelas saat pembelajaran berlangsung.

Teknik adalah cara kongkret yang dipakai saat proses pembelajaran berlangsung.

Guru dapat berganti-ganti teknik meskipun dalam koridor metode yang sama. Satu metode dapat diaplikasikan melalui berbagai teknik pembelajaran. Bungkus dari penerapan pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran tersebut dinamakan model pembelajaran.

Sebagai ilustrasi, saat ini banyak remaja putri menggunakan model celana Jablai yang terinspirasi dari lagu dangdut dan film Jablai. Sebagai sebuah model, celana jablai berbeda dengan celana model lain meskipun dibuat berdasarkan pendekatan, metode, dan teknik yang sama. Perbedaan tersebut terletak pada sajian, bentuk, warna, dan disainnya.

Kembali ke pembelajaran, guru dapat berkreasi dengan berbagai model pembelajaran yang khas secara menarik, menyenangkan, dan bermanfaat bagi siswa. Model guru tersebut dapat pula berbeda dengan model guru di sekolah lain meskipun dalam persepsi pendekatan dan metode yang sama.

Oleh karena itu, guru perlu menguasai dan dapat menerapkan berbagai strategi yang di dalamnya terdapat pendekatan, model, dan teknik secara spesifik. Dari uraian di atas, dapat dikatakan bahwa sebenarnya aspek yang juga paling penting dalam keberhasilan pembelajaran adalah penguasaan model pembelajaran.

Berita Hari Ini: Aktualnya Pembelajaran

pendidikan  Tagged , No Comments »
Oleh FX Aris Wahyu Prasetyo - 11 April 2009

Apakah berita hari ini? Itulah pertanyaan pertama sang guru tatkala memulai pembelajaran pagi itu. Dengan begitu santai dengan senyum khas, sang guru mencoba membawa berita-berita di luar sana masuk ke dalam kelas. Sebuah kebiasaan yang dilakukan sang guru dalam setiap pembelajarannya untuk sesekali mengulas berita yang lagi aktual saat itu.

Setiap hari tentunya memiliki kekhasan tersendiri atas berita yang diulas. Hari senin tentunya akan banyak memperbincangkan berita yang terjadi selama weekend. Sudah bisa diprediksi bahwa berita olahraga akan menjadi topik yang menarik untuk hari senin. Pertandingan sepak bola dari berbagai liga di dunia seperti liga Inggris, Italia, dan Spanyol akan menjadi perbincangan hangat. Ketangguhan klub, pelatih, dan pemain akan mewarnai antusiasme anak-anak dalam mengulas berita hari itu.

Read the rest of this entry »

Belajar Gaya Belajar: Efektifnya Pembelajaran

pendidikan  Tagged , 1 Comment »
Oleh FX Aris Wahyu Prasetyo - 10 April 2009

Malam itu sang guru sedang asyik membaca sebuah buku yang berjudul Menjadi Manusia Pembelajar yang ditulis oleh Andreas Harefa. Halaman demi halaman mata sang guru merunut kata demi kata sambil sesekali memandang langit-langit ruang kamarnya sembari memikirkan sesuatu. Segelas air bening pun tak ketinggalan ada di atas meja kerjanya tepat di samping laptop yang dengan setia menanti jari jemari sang guru menyentuh dan mengukir kata demi kata akan sebuah kehidupan yang lebih baik dan bermakna.

Read the rest of this entry »


WordPress Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in