Bagaimana Menjadi Guru Ideal?
pendidikan Tagged guru ideal, omjay, sosok guru ideal Februari 11th, 2010Guru ideal adalah dambaan peserta didik. Guru ideal adalah sosok guru yang mampu untuk menjadi panutan dan selalu memberikan contoh atau keteladanan. Ilmunya seperti mata air yang tak pernah habis. Semakin diambil semakin jernih airnya. Mengalir bening dan menghilangkan rasa dahaga bagi siapa saja yang meminumnya.
Guru ideal adalah guru yang mengusai ilmunya dengan baik. Mampu menjelaskan dengan baik apa yang diajarkannya. Disukai oleh peserta didiknya karena cara mengajarnya yang enak didengar dan mudah dipahami.
Ilmunya mengalir deras dan terus bersemi di hati para anak didiknya. Tapi, dia pun harus bisa menerima kritikan dari peserta didiknya. Dari kritik itulah dia dapat belajar dari para peserta didiknya. Guru ideal justru harus belajar dari peserta didiknya. Dari mereka guru dapat mengetahui kekurangan cara mengajarnya, dan melakukan umpan balik (feedback). Benarkah sosok itu ada? Lalu seperti apakah sosok guru ideal yang diperlukan saat ini? Apakah guru ideal hanyalah guru yang sudah lulus sertifikasi guru? Benarkah demikian?
Dari hasil perenungan yang mendalam, dan juga hasil wawancara dengan teman-teman guru di mana penulis bertugas didapatkan pendapat yang beragam dan mengerucut pada tiga pendapat tentang guru ideal. Guru ideal yang diperlukan saat ini adalah pertama, guru yang memahami benar akan profesinya. Profesi guru adalah profesi yang mulia. Dia adalah sosok yang selalu memberi dengan tulus dan tak mengharapkan imbalan apapun, kecuali ridho dari Tuhan pemilik bumi. Falsafah hidupnya adalah tangan di atas lebih mulia daripada tangan di bawah. Hanya memberi tak harap kembali. Dia mendidik dengan hatinya. Kehadirannya dirindukan oleh peserta didiknya. Wajahnya selalu ceria, senang, dan selalu menerapkan 5S dalam kesehariannya (Senyum, Salam, Sapa, Syukur, dan Sabar).
Kedua, Guru yang ideal adalah guru yang memiliki sifat selalu berkata benar, penyampai yang baik, kredibel, dan cerdas. Guru yang memiliki keempat sifat itu adalah guru yang mampu memberikan keteladanan dalam hidupnya karena memiliki budi pekerti yang luhur. Selalu berkata benar, mengajarkan kebaikan, dapat dipercaya, dan memiliki kecerdasan yang luar biasa. Sifat tersebut di atas harus dimiliki oleh guru dalam mendidik anak didiknya karena memiliki mottoiman, ilmu, dan amal. Memiliki iman yang kuat, menguasai ilmunya dengan baik, dan mengamalkan ilmu yang dimilikinya kepada orang lain.
Selain itu, Guru yang ideal adalah guru yang memiliki 5 kecerdasan. Kecerdasan yang dimiliki terpancar jelas dari karakter dan perilakunya sehari-hari. Baik ketika mengajar, ataupun dalam hidup ditengah-tengah masyarakat.
Kelima kecerdasan itu adalah:
1.kecerdasan intelektual
2.kecerdasan moral
3.kecerdasan social
4.kecerdasan emosional
5.kecerdasan motorik
Kecerdasan intelektual harus diimbangi dengan kecerdasan moral, mengapa?
Bila kecerdasan intelektual tidak diimbangi dengan kecerdasan moral akan menghasilkan peserta didik yang hanya mementingkan keberhasilan ketimbang proses. Segala cara dianggap halal, yang penting target tercapai semaksimal mungkin. Inilah yang terjadi pada masyarakat kita sehingga kasus plagiarisme (menjiplak karya tulis ilmiah milik orang lain) dan korupsi merajalela di kalangan orang terdidik. Karena itu kecerdasan moral akan mengawal kecerdasan intelektual sehingga akan mampu berlaku jujur dalam situasi apapun. Kejujuran adalah kunci keberhasilan dan kesuksesan.
Selain kecerdasan intelektual dan moral, kecerdasan sosial juga harus dimiliki oleh guru ideal agar tidak egois, dan selalu memperdulikan orang lain yang membutuhkan pertolongannya. Dia pun harus mampu bekerjasama dengan karakter orang lain yang berbeda. Kecerdasan emosional harus ditumbuhkan agar guru tidak mudah marah, tersinggung, dan melecehkan orang lain. Dia harus memiliki sifat penyabar dan pemaaf.
Sedangkan kecerdasan motorik diperlukan agar guru mampu melakukan mobilitas tinggi sehingga mampu bersaing dalam memperoleh hasil yang maksimal. Kecerdasan motorik harus senantiasa dilatih agar guru dapat menjadi kreatif dan berprestasi. Dia memiliki ambisi dan cita-cita yang tinggi seperti menggapai bintai di langit. Tak salah bila pada akhirnya peserta didik mengatakan,“guruku mampu menggapai bintang di langit.”
Oleh karena itu, sudah sewajarnya bila anda berprofesi sebagai seorang guru harus mampu berlomba-lomba untuk menjadi sosok guru yang ideal. Ideal di mata peserta didik, ideal di mata masyarakat, dan ideal di mata Sang Maha Pemberi. Bila semakin banyak guru ideal yang tersebar di sekolah-sekolah kita, maka sudah dapat dipastikan akan banyak pula sekolah-sekolah berkualitas yang mampu membentuk karakter siswa untuk memiliki budi pekerti yang luhur. Mampu mewujudkan tujuan pendidikan nasional yang diharapkan oleh para leluhur bangsa.
Semoga sosok guru ideal semakin banyak dalam dunia pendidikan kita.
Salam Blogger Persahabatan
Omjay

Februari 12th, 2010 at 10:20
Setujuuu … guru ideal bukanlah guru yang lulus uji sertifikasi guru, tapi uji sertifikasi merupakan salah satu pendukung untuk menjadi guru ideal.
Februari 12th, 2010 at 10:27
sangat setuju dengan pernyataan anda mbak Sieda
salam
Omjay
Februari 12th, 2010 at 10:52
guru yang ideAL tuh seperti. onizuka eikichi (GTO) atau yankumi (Gokusen) itu aja
Februari 12th, 2010 at 10:59
Mantap banget tulisan, saya senang sekali membacanya dan itu sangat ideal sekali apabila guru di Indonesia memiliki karakter dan memiliki profesinya dengan baik.
Februari 12th, 2010 at 11:03
Saya ingin bertanya:
Apa guru bertanggung jawab dengan nilai siswa?
Anda harus terus memantau nilai siswa anda agar diatas rata-rata. Dan saat nilai siswa anda di bawah rata-rata, maka anda akan ditegur oleh atasan anda.
Februari 12th, 2010 at 11:25
Ketika guru melihat bahwa nilai siswanya di bawah rata-rata, maka guru tersebut harus melakukan penelitian tindakan kelas (PTK).
Dari PTK itulah guru yg bersangkutan akan memperbaiki kinerjanya sebagai guru.
salam
Omjay
Februari 12th, 2010 at 11:58
zemangat siang sahabat ^_^, wah manteeb banget nieh tipsnya, uni punya harapan buat jadi guru ideal
Februari 12th, 2010 at 13:14
Kalau saja seluruh guru do negei ini se ideal isi potingan ini, maka kita boleh berharap generasi berikutnya akan menjadi lebih baik lagi dari sekarang…
Februari 12th, 2010 at 13:40
Setuju banget… tapi saya mau bertanya apakah seorang guru harus mengkatrol nilai siswa agar lulus KKM?
Februari 12th, 2010 at 15:55
Waduh… memang tugas jadi guru itu tidak mudah ya. Kalau hanya ’sekedar’ mengumpulkan dokumen untuk lolos uji sertifikasi, itu belum bisa dibilang jadi guru mumpuni ya? Tapi jika mengajar melulu, dengan menyenangkan sekalipun, itu pun belum bisa disebut guru hebat ya. Paduan keduanya, plus semua yang dipaparkan pak Wijaya, wah… tugas berat memang. Tapi bismillah… dengan izin Allah, upaya kita saat ini jadi tabungan akhirat ya.
Februari 12th, 2010 at 16:05
semoga guru semakin memberikan makna dalam kehidupan
Februari 12th, 2010 at 17:06
sebaiknya jangan dikatrol bu, tapi berikan dulu remedial. Bila remedial juga belum ada peningkatan, maka nilai tak perlu dikatrol. Tetapi sebagai bahan pertimbangan dan sisi kemanusian, kita lihat dulu karakter anak ybs. Bila baik, maka ada nilai tersendiri yg membuat kita memberikan nilai lebih.
salam
Omjay
Februari 12th, 2010 at 17:56
Hidup bang jay, namun ku punya unek” Nih, aku sangat mendambahkan sosok guru yg idieal seperti ini. Tapi kadang idealis guru terkesampingkan mana kala sang pimpinan tdk mempunyai visi untk itu.. Mohon saran.
Februari 12th, 2010 at 18:56
Subhanallah, kira2 bisa ga ya aku menjadi guru ideal.
Februari 12th, 2010 at 19:52
Saya baru belajar menjd seorang guru PAUD, membaca postingan seperti mendapat pencerahan dan energi baru agar saya bisa menjd guru ideal, semoga….
trim’s ya pak, sekalian ijin boleh ga saya sharing tulisan bpk untuk teman2 saya di Forum PAUD, kayanya cocok banget nih untuk memotivasi agar teman2 saya bisa menjadi guru ideal
Februari 12th, 2010 at 20:43
salam kenal..
Februari 12th, 2010 at 21:02
Subhanallah
Semoga saya bisa menjadi guru ideal
Februari 12th, 2010 at 21:44
As w w.Guru ideal harus menerapkan CTL.Wass w w.
Februari 13th, 2010 at 04:19
kecerdasan moral dan sosial juga sangat penting..
kita tidak perlu ribut2 tentang fasilitas dan sebagainya…yang perlu dibenahi dulu adalah gurunya…kalo semua guru itu hebat / ideal niscaya bangsa ini akan maju.
salam
Februari 13th, 2010 at 04:36
klu menurut ku menjadi guru yang ideal itu guru yang bisa memberikan ilmunya kepada anak anak didiknya dan dia mempunyai keperibadian yang baik dan juga dia seoarang yang kreatip.dan dia jg mempunyai ilmu tuk di ajarkan
Februari 13th, 2010 at 07:29
Terimakasih, setidaknya akan memotivasi kita untuk jadi guru yg ideal dan profesional
Februari 13th, 2010 at 11:22
Semoga .. Amiiin
Februari 13th, 2010 at 12:30
selakyaknya seorang guru lbih mengedepankan pljrn sikap dn tatakrama yg baik trhdp siapapun, bkn hnya pelajaran ilmu biasa, krna menurut sy bnyk skli ank2 sekarang yg pnya prilaku dan prbuatan yg lebih mngedepankn egonya dan kepntingn dirinya sendiri…..
selamat mengabdi pak semoga anaj2 didik bapa bisa menjadi contoh bagi anak didik lainnya
Februari 13th, 2010 at 16:38
Waduh OmJay ini ada dimana-mana ya. Wah saya selalu kagum. Pernah ke Medan Om !
Februari 13th, 2010 at 17:18
Seandainya aku jd guru ideal sprti di tulisan itu ……
Februari 13th, 2010 at 19:04
Saya usul guru itu orang yang kuat baik jiwa maupun raganya.Jangan sampai wagu dan saru,kurang gizi dan minder karena kurang sejahtera.Profesinya cuma pelarian.
Februari 13th, 2010 at 22:25
setuju….
maju terus guru - guru Indonesia
http://siheyu.info
Februari 13th, 2010 at 23:49
Kita terlalu banyak asupan teori yg semakin mendangkalkan mindset & mainframe para guru. Sadar atau tidak, semua itu bergantung pada niat awal menjadi guru. So, mari kita benahi diri masing-masing demi masa depan anak cucu kita.
Februari 13th, 2010 at 23:51
mulailah dari diri sendiri dulu, baru tularkan kepada orang lain. jangan pulalekas menuding orang lain sebab itu tidak baik. Kitalah yang menjdi pemimpin untuk diri kita sendiri
salam
Omjay
Februari 14th, 2010 at 11:38
Assalamu’alaikum Wr Wb,
Salam sejahtera untuk pendidik dan calon pendidik di Indonesia, saya sangat menghargai pendapat anda semoga hal ini menjadi kenyataan. Guru adalah profesi yang amat menyenangkan bagi diri dan orang lain, asalkan jujur dan bertanggung jawab, thanks.
Wassalamu’alaikum Wr Wb.
Salam hangat,
Kokok Setiahadi,
HP: 08128024287
SMKN2 Serang-Banten,-
Februari 14th, 2010 at 15:58
saya pengen banget jadi guru ideal, untuk keluarga, dan murid-murid saya. Bisa tidak yach asa itu terwujud
Februari 14th, 2010 at 16:39
maju terussss….para guru…..
jasamu melebihi para biro jasa…heheheeh….
selamat buat guru Indonesia..
Februari 14th, 2010 at 17:47
Mas Wijaya,
Tulisan yang sangat menarik, boleh saya share di Facebook saya?
Salam.
Februari 14th, 2010 at 19:33
Tanpa guru kt g akan jd apa2
Februari 15th, 2010 at 02:29
apakah pengaruh umur serta pengalaman yang minim dapat mempengaruhi citra dari guru ybs?
trm ksh
Februari 15th, 2010 at 02:42
mohon ijin jg untuk dishare ke teman-teman.
trm ksh
Februari 15th, 2010 at 09:46
alhmdlah dapt pencerahan yg insylah sgt brmanfaat….walau q msh jauh dr ideal q akan ttap brusaha sbaik2ya…mtr nuwun om jay….
Februari 15th, 2010 at 23:18
silahkan mas/mbak
salam
Omjay
Februari 15th, 2010 at 23:20
bukan umur dan pengalaman yg menjadi ukuran citra guru, melainkan guru tersebut harus mampu menata diri,menata rasa dan menata pikirin agar citranya terangkat. Tak peduli guru muda atau tua. Ketika guru mampu memdukan ketiga tata itu, maka citra akan cemerlang.
salam
Omjay
Februari 15th, 2010 at 23:21
silahkan mas nino
salam
Omjay
Februari 15th, 2010 at 23:21
bisa mas, asal niatnya ikhlas
salam
Omjay
Februari 26th, 2010 at 15:16
saya mau tanya nih sama sahabat semua, mungkin bisa menjawab pertanyaan pertanyaan saya ini,
1. Kepana siswa sekarang kok gak ada tawadlu’nya sama guru ?
2. Kenapa wali murid sekarang selalu kurang puas dengan pelayanan guru ?
Februari 27th, 2010 at 13:37
1. Kembalikan kepada guru kenapa siswa seperti itu? Sebab guru harus bisa merubah watak siswa, kalau nggak bisa jangan jadi guru
2. instropeksi, mungkin memang bener. Itu jadi motivasi kita untuk bekerja lebih baik. Insya Allah bila niatnya Ikhlas dan kerja cerdas, pasti orang tua akan puas.
salam
Omjay
Maret 13th, 2010 at 00:23
Smg saya bisa jadi guru ideal wlwpun blm sertifikasi tp klo dipikir2 kinerja guru bersertifikat ga jauh beda dgn yg blm malah kdg krg maksimal. Keadilan memang hny milik Alloh.
Maret 13th, 2010 at 21:04
Amin, ya robbal alamin
salam
Omjay
Juni 30th, 2010 at 14:59
Untuk anda yang ingin tahu, ingin belajar, mengubah ketertinggalan menjadi modern, mengubah kemularatan menjadi kemakmuran, mewujudkan mimpi menjadi kenyataan,terus aktifitas takkan pernah lelah untuk belajar. Cari ilmu kapan saja, dimana saja, dan berguru kepada siapa saja.
Oktober 19th, 2010 at 19:28
saya mau bertanya guru itu memangnya harus mengumpulkan data ya?
Oktober 19th, 2010 at 19:30
wah anda memang berbakat yaa
Oktober 19th, 2010 at 19:36
oh iya namanya siapa sih?
Nopember 8th, 2010 at 14:57
terima kasih postingannya ya..
salam kenal…
kunjungi juga blog saya fakultas teknik unand
Desember 14th, 2010 at 11:17
wah, idealis dan ideal sekali,….betapa indahnya dunia pendidikan kita andai bermuculan guru-guru yang idealis,…namun om jay mungkin ini yang saya sampaikan adalah realita,…ketika itu ada di benak hati semua guru dan ketika dihadapkan pada satu keadaan yang sulit seperti;ekonomi, sistem birokrasi, dan kepentingan penguasa di daerah, hal ini akan menjadi benturan secara mental sehingga karakter yang terbangun dalam diri guru disuatu daerah terkontaminasi dan tidak tersanitasi maka akan sangat sulit mendambakan seperti yang om jay paparkan diatas,…mohon pandangannya,…..
Februari 20th, 2011 at 20:35
Allahu Akbar!,,,,,
semoga ilmu yg kita miliki menjadi ilmu yg ‘Yantafa’u bih’…..tapi saya belum menjdi seorng guru ‘formal….bgimana kiat ngelamar jd guru….sebentar lg Insya Allah saya menyelesaikan S1 Pendidikan islam…..ada tips and triks?….trims wa jazakumullah…
April 21st, 2011 at 20:35
great teacher onisuka…. i like it….
setuju.. !!!!!
April 25th, 2011 at 02:50
terima kasih mas
salam
Omjay
Mei 9th, 2011 at 21:33
Selamat buat semua guru di Indonesia,sebenarnya kita semua ingin menjd guru yg ideal,tp smua itu perlu kesabaran dan ketekunan.
Mei 26th, 2011 at 12:19
bisa posting angket terhadap siswa tentang guru ideal??
Mei 31st, 2011 at 19:57
Okey aq setuju bgt. Cuma mmg susah mendidik siswa tuk jadi manusia seutuhnya sebab tiap saat kita dipertontoni perilaku para penguasa yg yg korup.
Juni 6th, 2011 at 07:57
ya benar mas sutrisno, tapi sebagai guru kita harus mampu memberikan keteladanan.
salam
Omjay
Juni 9th, 2011 at 14:48
setuju pak wijaya, memberi contoh memang lebih bijak dan efektif daripada menyuruh…
salam kenal
Juni 9th, 2011 at 14:51
setuju pak wijaya…memberi teladan memang lebih bijak dan efektif dari pada menyuruh…
Juni 15th, 2011 at 07:12
setuju banget. dlm hal kejujuran sangat sulit, karena terbentur oleh sistem penddikan indonesia yang tanpa arah juga lho. contoh sederhana setiap sekolah pasti ingin anak didiknya lulus 100%, maka pengkatrolan nilai menjadi keharusan demi 100% itu. seharusnya biarlah masyarakat bisa menilai apa adanya dari hasil pendidikan di sekolah.
Januari 6th, 2012 at 09:43
tulisan tersebut cukup baik kalau dibaca dan sebagai refrensi…
jasa pengetikan/penyusunan skripsi online
HP: 085642604544
Januari 6th, 2012 at 09:49
ide yang menarik untuk di ikuti. kalau bisa sih… barangkali ada artikel menarik silahkan kirim ke email : gerbangpantura@gmail.com untuk mengisi artikel di komunitas penghuni pantai utara yang ada di website: http://www.gerbangpantura.blogspot.com
Mei 17th, 2013 at 09:33
yasss