Menulis Itu Dahsyat, dan Membuatmu Hebat
pendidikan Tagged guru menulis, omjay Februari 12th, 2011
Semoga di saat kamu membaca tulisan saya ini, kamu dalam keadaan sehat walafiat. Sukses dalam mengemban tugas sehari-hari, dan senantiasa ceria dalam menjalankan aktivitas kerjamu yang tentu banyak menyita waktu. Saya pun berharap kebahagiaan hidup mengiringi hidup kamu hari ini dan hari esok.
Para pembaca yang omjay banggakan. Banyak orang saat ini menganggap remeh urusan soal tulis menulis. Mereka sering mengatakan bahwa menulis itu pekerjaan yang membosankan, dan tak mendapatkan penghasilan tambahan. Mereka seolah tak percaya bahwa menulis itu dahsyat. Sedahsyat keceriaan yang saya alami ketika menulis dengan menggunakanipad baru dari hasil menulis.
Banyak hal yang tak pernah saya bayangkan sebelumnya kini menjadi kenyataan. Banyak hal yang dulu hanya berupa impian, kini menjadi nyata. Semua itu berubah ketika saya banyak menulis. Rajin menulis, dan terus menerus menulis walaupun banyak ejekan yang terkadang kurang enak terdengar di telinga. \”Ngapain nulis? Gak ada duitnya\”.
Dulu saya adalah guru yang tak terbiasa menulis. Saya lebih banyak menghabiskan waktu saya untuk membaca dan bongkar PC saja. Bahkan lebih sering menginstall komputer ketimbang menulis. Maklumlah saya guru TIK yang biasa akrab dengan perbaikan PC, dan urusan instal menginstall. waktu saya lebih banyak untuk urusan software dan hardware yang harus saya geluti setiap harinya.
Namun, setelah saya dikenalkan blog di internet oleh pak Dedi Dwitagama, dan motivasi tulus dari mas Aris Ahmad Jaya, saya menjadi suka dengan dunia tulis menulis.
Bagi saya, menulis bukan saja menunjukkan eksistensi diri, tetapi bagi saya menulis adalah memotivasi diri sendiri agar lebih baik dari apa yang saya tuliskan. Intinya keteladanan lebih dikedepankan daripada hal-hal yang sifatnya teoritis. Supaya kita tak dicap sebagai orang yang hanya pintar omong doang, tapi miskin praktiknya.
Dari dunia tulis menulis inilah akhirnya saya dapat membuat buku sendiri, dan berkolaborasi dengan teman guru lainnya. Dari hasil membuat buku, kami mendapatkan royalti setiap tahunnya. Alhamdulillah, buku yang kami susun itu laku keras di pasaran. Hal ini terbaca dari laporan buku yang terjual oleh penerbit. Mereka begitu transparan dalam melaporkannya, sehingga kami puas bekerjasama dengan penerbit.
Dulu saya adalah guru komputer yang tak memiliki komputer. Saya bingung pada saat itu bagaimana caranya agar bisa memiliki komputer. Alhamdulillah, karena saya senang meneliti, suatu ketika penelitian saya masuk final dalam lomba karya tulis ilmiah guru di tahun 2005. Judul penelitian itu adalah Proses pembelajaran Internet dalam meningkatkan Imtak Siswa.
Dari final itu saya mendapatkan juara, dan mendapatkan uang yang cukup banyak bagi ukuran saya pada saat itu. Sebagian uang yang saya dapatkan, saya belikan laptop baru, dan alhamdulillah masih saya pakai hingga saat ini. Sebuah laptop bermerk IBM Thinkpad yang tak pernah mengalami kerusakan hardware hingga saat ini. tak salah bila harga laptop ini lebih mahal daripada merek lainnya.
Dari laptop ibm itu (sekarag sdh menjadi lenovo), banyak tulisan lahir, dan banyak artikel saya dimuat di berbagai tabloid dan majalah pendidikan. Uang dari hasil penulisan itu, saya belikan buku dan menambah memori komputer laptop agar lebih cepat lagi kinerjanya. Dengan begitu, setiap kali menulis saya merasakan kinerja komputer yang cepat, dan mampu melakukan multitasking sehingga sambil menulis saya bisa menikmati beraneka lagu yang enak di telingaku.
Syukur alhamdulillah, dari banyak menulis itu saya sering diundang sebagai nara sumber atau pembicara. Saya dianggap sebagai pakar pendidikan. Sayapun akhirnya terbang ke berbagai daerah dari hasil menulis itu.
Dengan menulis, banyak orang yang akhirnya mengenal saya. Dengan menulis banyak orang yang datang kepada saya untuk sama-sama belajar menulis. Sebab yang namanya menulis tak ada sekolahannya. Semua dimulai dari rasa senang dan hobi menulis.
Ketika kita sudah senang dan hobi menulis, maka menulis menjadi mengalir begitu saja. Tak harus begini dan begitu sesuai teori yang diajarkan dalam pelajaran menulis. Bagi saya menulis adalah sebuah keterampilan yang akan bisa dikuasai kalau kita rajin menulis setiap hari.
Semakin kita banyak menulis, maka semakin mahirlah kita dalam menulis. Baik menulis sebelum tidur maupun setelah bangun tidur.
Tak perlu rendah diri, dan tak perlu malu kalau tulisanmu dianggap jelek atau kurang enak dibaca. Terus saja menulis, dan kamu akan mendapatkan style atau gaya dari menulismu sendiri.
Gaya menulismu akan terbentuk dengan sendirinya. Tulisanmu adalah wajahmu sendiri. Tak usah malu untuk terus menerus belajar menulis. Sebab menulis bukanlah pekerjaan yang sekali jadi. Ada proses yang harus kamu lalui dengan penuh kesabaran, dan ketelitian. Jadi gak ada yang instan.
Kalau sudah bisa menulis, tentu akan ada kebanggaan tersendiri. Tetapi jangan sombong dulu. Kita harus rendah hati dan mau terus belajar. Sebab di atas langit ada langit. Tulisan kita belum ada apa-apanya dibandingkan mereka yang telah memiliki jam terbang yang tinggi dalam menulis.
Kita harus banyak belajar dari mereka. Belajar memperhatikan cara mereka menulis, dan terus memperbaiki diri agar tulisan kita semakin berkualitas. Tulisan berkualitas adalah tulisan yang memberikan pencerahan dan menginspirasi pembacanya.
Menulis itu dahsyat bo! Dengan menulis dirimu akan menjadi orang hebat. Banyak keajaiban yang akan kamu dapatkan dari rajin menulis. Selain kamu mendapatkan penghasilan tambahan dari menulis, kamu akan mendapatkan teman yang akan berterima kasih kepadamu. Selain itu, akan ada idolamu yang akan kau temui seiring dengan rajinnya kamu menulis.
Gak percaya? Coba aja ikuti jejak saya. Dulu saya hanya bisa bertemu tokoh-tokoh hebat negeri ini hanya lewat fotonya saja. Tetapi setelah saya rajin menulis, maka foto-foto yang saya lihat dulu itu kini menjadi nyata. Mereka saya temui secara langsung, dan seperti mimpi rasanya bertemu dengan sang idola.
Salah satu kebahagiaan yang tak terlupakan adalah ketika saya bisa bertemu langsung dengan idola saya pak Yusuf Kalla di acara Rosy di Global TV. Sungguh sebuah pertemuan yang sangat berkesan. Termasuk juga bertemu dengan pak Mario Teguh yang banyak memotivasi saya untuk terus menerus memperbaiki diri.
Menulis itu dahsyat bo! Anda akan merasakan betapa nikmatnya menulis untuk berbagi. Banyak teman baru anda temui, dan banyak orang hebat yang anda kenal dalam dunia tulis menulis. Dari merekalah akhirnya anda banyak belajar. Dari merekalah anda berguru, dan mendapatkan ilmu baru dalam tulis menulis.
Jangan pernah ragu untuk menulis, dan kabarkan kepada dunia apa yang kamu lihat dan kamu baca. Tuliskan saja apa yang ada di kepalamu, dan biarkan mengalir deras menjadi kalimat yang bermakna. Setelah semua keluar, barulah lakukan proses editing. Dari proses editing itulah kamu membaca kembali tulisanmu itu agar enak dibaca dan memberikan pencerahan kepada yang lain.
Baru saja saya menonton berita di televisi malam ini. Presiden Husni Mubarak akhirnya turun dari kursi kekuasaannya. Rakyat mesir pun bergembira dan bersuka cita. jutaan rakyat tersenyum, harapan mereka untuk mendapatkan pemimpin baru akan diuji dalam pemilu.
Begitupun dalam menulis. Kita tentu akan diuji dengan berbagai persoalan. Persoalan yang paling sering ditemui adalah penyakit malas menulis. Kalau sudah begitu, tuliskan saja kemalasanmu itu menjadi sebuah tulisan. Dengan begitu, tanpa kamu sadari, kamu sudah memotivasi diri sendiri dan orang lain untuk mampu melawan diri sendiri dari kemalasan.
Menulis itu dahsyat Bo! Apalagi bila kau rasakan begitu banyak peralatan yang kamu bisa beli dari hasil menulis. Saya pun merasakan kebahagian ketika bisa membeli laptop dari hasil menulis, membeli kamera DSLR Canon dari hasil menulis, membeli ponsel blackberry dari hasil menulis, membeli ipad Wifi dari hasil menulis, dan sebentar lagi saya pun akan membeli mobil (mobilan) dari hasil menulis. Semoga bisa terwujud, bila Allah ridho karena kita senantiasa bertakwa kepadanya. Semua adalah skenario Allah. Ikuti saja apa yang terjadi. Jangan lupa terus belajar dan berdoa.
So, jangan pernah malas untuk menulis. Apalagi sampai berhenti. Sebab menulis itu dahsyat, dan akan membuat penulisnya hebat seperti Andrea Hirata, dan Ahmad Fuadi dengan novelnya.
Mereka hebat dari karya-karyanya yang banyak menginspirasi orang lain agar tak pernah berputus asa dalam hidup ini. Mereka mampu bekerja keras, memiliki komitmen tinggi, dan selalu konsisten dalam menulis.
Menulis harus tetap terjaga bila kamu ingin hebat menjadi seorang penulis. Kamupun akan merasakan bahwa profesi menulis tak kalah hebatnya dengan profesi lainnya.
Bahkan pahalanya akan terus mengalir, walaupun penulisnya sudah tiada lagi. Lihatlah karya-karya almarhum Buya Hamka. Lihatlah karya-karya penulis hebat lainnya, seperti WS Rendra, Marah Rusli, dan Sutan Alisyahbana yang telah dipanggil Allah. Tulisan mereka tetap hidup abadi, dan menginspirasi siapa saja yang membaca tulisan mereka.
Wahai pembaca, menulis itu dahsyat dan membuatmu hebat! Penulis yang sudah matipun akan bisa berkomunikasi dengan pembacanya. Sebuah komunikasi batin yang akan kamu rasakan bila kamu membaca tulisan mereka dengan hati yang ikhlas, dan penuh antusias.
salam Blogger Persahabatan
Omjay
