Organisasi Guru Harus Dipimpin Oleh Guru
pendidikan Tagged guru, omjay, pgri, igi, FSGI Juni 29th, 2011
Organisasi guru harus dipimpin oleh guru. Begitulah pernyataan dari ketua umum Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) ibu Retno Listiyarni yang hari Selasa, 28 Juni 2011 mengadakan kongres nasional pertama di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur.
Kongres pertama FSGI dengan tema Peran organisasi guru dalam mendorong terwujudnya pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan di Indonesia, dibuka oleh wakil menteri pendidikan nasional Prof.dr. Fasli Jalal.
Dalam sambutannya, pak Fasli mengatakan bahwa berdasarkan UU Guru dan Dosen tahun 2003, guru boleh ikut organisasi guru manapun. Itu artinya PGRI tidak lagi dominan sebab kedudukannya sama dengan IGI, FSGI, FSGII, dan organisasi guru lainnya. Organisasi guru saat ini sudah seperti jamur di musim hujan. Guru silahkan memilih organisasi guru yang diminatinya dan memberikan nilai tambah.
Retno Listiyarni Ketua Umum FSGI
Jumlah guru sebanyak 3,4 juta orang diharapkan mampu profesional dan meningkatkan kompetensi dari materi yang diampunya. Begitulah pesan pak Fasil Jalal.
Dengan banyaknya organisasi guru akan terjadi dinamisasi dan guru bisa melihat organisasi guru mana yang benar-benar berjuang untuk kepentingan guru.
Pak Fasli menambahkan alangkah baiknya semua program kerja dimasukkan dalam website sehingga informasinya dapat dibaca oleh semua guru dan masyarakat luas. Pertanyaan pertanyaan yang sering ditanyakan oleh guru seperti sertifikasi misalnya dapat dituliskan dengan bahasa yang populer dan mudah dipahami oleh guru sebagai pembaca setianya.
Beliau juga mengatakan bahwa dalam 10 tahun ke depan akan banyak guru yang pensiun dan jumlahnya hampir mencapai setengah juta guru. (Wow, jumlah yang cukup besar!, kata saya dalam hati).
Peserta Kongres FSGI
Rasio guru dan siswa pun belum tersebar merata, dimana guru di perkotaan berlebih, dan pedesaan berkurang jumlah gurunya.
Pak fasli juga mengingatkan kepada para guru yang hadir untuk bekerja secara kolektif dan jangan sendiri sendiri.
Dalam sambutannya pak fasli juga memberi informasi masih banyaknya guruPNS yang mentok di pangkat /golongan IVA, karena tak memiliki kemampuan menulis karya tulis ilmiah. Jumlahnya ada lebih dari 624 ribu guru. Jumlah yang cukup memprihatinkan kita.
Pentingnya kualitas guru harus menjadi program organisasi guru dengan memperbaiki cara mengajarnya. Jangan sampai guru yang mengajar 3 tahun sama kualitasnya dengan guru yang sudah mengajar 15 tahun.
Guru sekarang harus kritis dan berharap mampu merancang masa depan. Pak fasli menyarankan FSGI dapat mengundang ibu Prof. Marwah Daud Ibrahim untuk menjadi pembicaranya.
Pak fasli juga mengatakan hasil penelitian kemendiknas menyimpulkan bahwa guru yang sudah lulus sertifikasi tidak lebih baik dari guru yang belum tersertifikasi.
Dalam pertemuan itu, pak fasli juga menyempatkan diri untuk berdialog dari sekitar 75 orang guru yang hadir pada sore itu. Hasil dialog akan saya ceritakan menyusul.Saya pun ikut bertanya kepada wakil mendiknas yang ramah ini.
Seminar Nasional FSGI
Selain kongres, FSGI juga mengadakan seminar nasional pendidikan dengan tema Gerakan Memperkuat organisasi guru untuk perjuangan pendidikan yang adil dan berkualitas, dengan pembicara teten masduki, danang widoyoko dan lody paat.
Sampai berita ini dipublikasikan, acara kongres masih berlangsung untuk pembahasan sidang komisi. Acara akan berlangsung selama 3 hari (28-30 Juni 2011) dan dilanjutkan di hari ketiga dengan berdialog langsung dengan anggota komisi X DPR RI di Senayan Jakarta.
Foto Bareng dengan Pak Fasli Jalal
Hadirnya organisasi guru yang lebih dinamis semoga dapat membuat para guru semakin kompak untuk mengurusi organisasi guru yang dipimpin oleh guru itu sendiri. Tidak berpolitik dan independen. Semoga.
Salam blogger persahabatan
Omjay
http://wijayalabs.com

Juli 8th, 2011 at 19:30
Mantap dan perlu dibiakkan… Ispiratif.