Mudik Di Mata Seorang Blogger
sosial Tagged omjay, blogger, mudik Agustus 29th, 2011Sudah menjadi tradisi di Indonesia, banyak orang berlebaran di kampung halamannya sendiri. Pulang mudik ke kampung halaman tentu menyenangkan. Tak peduli jaraknya sangat jauh dan kemacetan terjadi di jalan, asalkan bisa mudik ke kampung halaman sudah sebuah kebahagiaan tersendiri.
Pernah suatu ketika saya bertanya kepada tetangga saya yang pulang mudik ke Malang dengan kereta api. Pak, apakah bapak tidak capek mudik dengan kereta api? Kan kereta api itu padat banget penumpangnya? Apakah bapak lebih baik tidak usah mudik saja? Begitu pertanyaan saya kepada Pak Wijan tetangga saya di rumah. Jawaban beliau sungguh di luar dugaan saya. Beliau mengatakan justru itu kenikmatan mudik, bercampur baur dengan padatnya penumpang lain.Rasanya kurang seru kalau mudik tidak banyak orang. Begitu kata pak Wijan suatu ketika kepada saya. (Saya pun terbengong-bengong mendengar jawaban beliau).
Mudik memang sudah menjadi primadona di negeri ini. Bahkan hampir semua stasiun televisi menayangkannya secara langsung(live) informasi tentang mudik. Bahkan, mudik sekarang ini telah menjadi trend media hiburan tambahan di akhir ramadhan atau suasana lebaran yang justru menuai pendapatan bagi pihak yang kreatif memanfaatkan moment mudik ini. Kita bisa lihat dengan mata telanjang berbagai logo sponsor di pasang sepanjang jalur mudik. Turut meramaikan suasana mudik.
Sebagai orang yang tiap tahun juga ikut mudik, saya pun mengalami suasana mudik itu. Untunglah kampung halaman istri saya dekat, hanya di Bandung. Dengan adanya tol cipularang, jarak jakarta-bandung terasa semakin dekat. Mudik pun berubah menjadi musik, karena sepanjang perjalanan itu, kami sekeluarga menikmati musik yang mengantarkan kami sampai ke tujuan. Pokoknya mudik semakin asyik dengan adanya musik. Apalagi bila stok makanan dan minuman di mobil cukup, hehehehe.
Bagi anda yang belum merasakan mudik alias tidak punya kampung (kasihan dech loh!)sebaiknya anda berlibur ke pusat-pusat wisata atau pergi bersilahtrurahmi dengan kerabat dekat. Sebab akan bete bila anda cuma berada di dalam rumah, apalagi bila suasana rumah anda sepi karena tetangga kanan kiri sudah pada mudik. Anda bisa pergi ke tempat hinuran seperti ancol, kebun binatang, dan taman mini.
Mudik memang kejadian luar biasa yang harus diliput. Suasana mudik yang ramai membuat kita terhibur dari kemacetan dan molornya jadwal penerbangan, kapal laut, atau kereta api. Membuat kita harus lebih kreatif mensiasati suasana mudik itu bila terjebak dalam kemacetan atau hal lainnya. Kata pepatah, sedia payung sebelum hujan. Harus sudah siap dalam keadaan apapun di saat mudik.
Bagi anda yang seorang blogger, mudik menjadi keasyikan tersendiri untuk mendapatkan berita. Menjadi keasyikan sendiri untuk memberikan berita dari warga sipil yang independen dalam dunia jurnalistik. Seorang blogger bisa bercerita panjang lebar tentang perjalanannya menuju kampung halaman. Berita yang dia posting tentu dengan gaya bahasanya sendiri, dan tidak harus menggunakan bahasa baku seperti media arus utama. Di sinilah letak kemerdekaan seorang blogger. Dia bisa cerita apa saja seputar mudik di blog pribadinya.
Dengan niat untuk berbagi, seorang blogger akan dengan senang hati memberitakan apa yang dialaminya dalam blog pribadinya itu. Bisa narsis sedikit di dalam suasana kemacetan seperti di pantura atau bisa narsis sedikit ketika pesawat terbang terpaksa harusdelay beberapa jam. Tentu sangat menjengkelkan apabila kita harus menunggu berjam-jam menunggu transportasi yang akan mengangkut kita. Tetapi bagi seorang blogger, proses menunggu itu akan menjadi keasyikan tersendiri.
Dengan kreativitasnya dalam menulis, kejengkelan bisa menjadi media curhat, media hiburan, dan media sharing. Media sosial seperti blog, facebook, twitter, dan google plus dapat dimanfaatkan untuk menyalurkan kreativitas kita di dunia maya sambil mengabarkan berita kepada dunia.
Pernah ada kawan saya yang memposting beritanya di stasiun kereta api gambir. Teman saya yang blogger itu menceritakan suasana stasiun gambir yang diserbu ribuan penumpang lengkap dengan foto dan suasananya. Melalui tulisan teman saya itulah,konon katanya banyak orang yang akhirnya tidak jadi mudik dengan kereta api, dan memilih alternatif transportasi lainnya.
Mudik bagi seorang blogger akan jadi keasyikan tersendiri. Dia akan lebih kreatif menceritakan dan memposting apa-apa yang diketahuinya melalui blog pribadinya. Tapi lebih enak lagi bila bergabung di blog keroyokan macam kompasiana. Inilah blog jurnalis warga yang paling terdepan di Indonesia.
Oleh karena itu, jangan lupa ya senjata para blogger. Laptop atau ipad lengkap dengan koneksi internet yang mobile dan kamera yang telah menyatu dalam tas ranselnya. Kalau kamu yang sudah punya blackberry, wah enak banget tuh, kamu bisa merubah status facebookmu setiap saat. Sudah gitu blackberrymu bisa jadi petunjuk kalau kamu nyasar di jalan pada saat mudik. Dengan kecanggihan ICT saat ini, membuat para blogger menjadi lebih kreatif dalam menyajikan beritanya.
Pokoknya choi, mudik bagi seorang blogger akan menjadi keasyikan tersendiri. Seperti saya saat ini. Kemacetan di Nagrek menuju Garut membuat saya lebih kreatif menuliskan postingan ini. Hati-hati lewat nagrek, jalan terjal dan berliku. Sudah gitu padatnya bukan main choi. Itulah sedikit sharing dari perjalanan saya ke tempat kakak ipar dari Bandung menuju Garut yang padat dengan kendaraan.
Selamat mudik, dan sebarkan suasana mudik melalui postingan yang mencerahkan dari blog pribadimu. Hati-hati di jalan, dan awas banyak copet dan orang jahat berkeliaran di sekelilingmu. Jangan sampai perlengkapan bloggermu berpindah tangan kepada orang-orang yang kurang bertanggungjawab. Tetap awas dan waspada.
Waspadalah!!!, Waspadalah!!!, Waspadalah!!!.
Salam Blogger Persahabatan
