Selamat Datang Generasi MultiTasking yang Beretika!
pendidikan, politik, sosial Tagged omjay, generasi multitasking, beretika 7 Comments »Setelah mengikuti acara talkshow di Museum Kebangkitan Nasional pada acara sumpah pemuda 2.0. yang baru lalu, saya merasakan telah berada di era baru. sebuah era dimana para penduduk dunia saling berkomunikasi dan memberi informasi dengan sangat mudahnya. batas negera seolah tiada lagi. saya pun harus mengucapkan,“Selamat datang Generasi Multitasking yang beretika!”
Kehebatan Seorang Sri Mulyani Indrawati
politik Tagged srikandi indonesia, omjay, sri mulyani 2 Comments »Semalam saya menonton televisi. Di dalam televisi terlihat pak SBY berpidato. Pidato yang cukup mengejutkan saya. Pidato yang membuat mata saya berkaca-kaca, karena seorang Srikandi Indonesia telah terpilih untuk menjadi salah satu pimpinan di Bank Dunia. Sebuah bank yang cukup bergengsi di seantero dunia.
Pak SBY telah menyetujui ibu Sri Mulyani Indaswari untuk memegang jabatan itu. Meletakkan jabatan menteri keuangan yang kini dijabatnya. Membuat saya bangga akan kinerja beliau yang luar biasa. Walaupun kita tahu, dalam kepemimpinannya terkuak kasus Gayus Tambunan yang menghebohkan itu.
Tetapi, bila ada orang yang memuji pastilah ada orang yang memaki.
Kasus Century masih memburunya dan meninggalkan PR sulit buat KPK. Apakah ibu Sri Mulyani ingin menghindar atau ingin suasana baru yang menggairahkan?
Kata orang politik, ada kepentingan asing bermain di sini. Amerika Serikat telah memainkan perannya. Begitulah kira-kira yang saya tangkap dari beberapa Headline media ibu kota.
Entahlah, hanya ibu Sri Mulyani yang tahu jawabnya. Hanya ibu Sri Mulyani yang mengerti dan memahami apa yang dia lakukan. Tentu ada cita-cita mulia yang ada di kepalanya. Kita tak boleh berprasangka buruk.
Buat saya, senyumnya ibu Sri Mulyani Indaswari begitu menggoda dan lirikan matanya menghunjam ke dalam jantung siapa saja yang melihatnya. Kecerdasannya mampu mengalahkan pria yang seumuran dengannya, dan bahkan orang-orang muda seoperti saya. Saya harus akui dan mengakui bahwa beliau lebih cerdas daripada saya.
Kehebatan seorang wanita yang bernama Sri Mulyani Indaswari memang langka di negeri ini. Engkau dipuja di negeri orang, tapi tak sedikit orang di negeri sendiri yang memakimu.
Teguhkan langkahmu wahai ibu. Kami yakin dan percaya bahwa kebenaran pasti akan terbongkar. Mungkin perlu waktu lama untuk mengungkapkannya. Seperti peristiwa masa lalu yang baru terungkap sekarang.
Selamat bertugas di tempat baru ibunda sayang. Doa saya menyertaimu. Semoga betah di tempat baru, di Washington DC tempat yang terkenal itu. Kapan ya saya bisa menyusul ibu ke sana?
Salam Blogger Persahabatan
Omjay
SBY Oh SBY
politik Tagged sby, omjay No Comments »SBY oh SBY. Dulu aku memujamu. Dulu aku merindukanmu. Tetapi sekarang aku seperti tak punya rasa denganmu? Entahlah aku tak tahu. Padahal, telah kau naikkan gajiku, dan telah kau angkat pula nasib guru dengan sertifikasi guru. Aku pun merasakan betapa nikmatnya duit dari sertifiaksi guru.
Aku bingung, begitu banyak orang yang mengkritikmu akhir-akhir ini. Padahal, dulu setahuku. Engkau dipuji dan dipuja di sana-sini. Dari anak kecil sampai orang tua. Aku pun terhanyut dalam janji-janjimu dulu waktu pilpres waktu itu. Periode pertama pemerintahanmu. Berpasangan dengan pak JK yang merupakan idolaku.
Kini, kau punya pasangan lain. Pak JK kau tinggalkan, pak Budiono kau gadangkan. Aku tak paham, sama sekali tak paham karena kau tak pernah bercerita kepadaku. Tapi bahasa tubuhmu mengatakan kalau engkau memang ingin mencari pasangan baru. Nampaknya, kau tak ingin ada matahari kembar dalam pemerintahanmu.
Kini di 100 hari pemerintahanmu yang kedua. Telah beribu kritik kau terima dengan pasangan barumu. Berbeda sekali waktu itu. Ketika 100 hari pemerintahanmu yang pertama. Membuat orang banyak memuji karena keberanianmu melawan korupsi, dan memenjarakan bandit-bandit negara.
SBY oh SBY. Mengapa perjalanan waktu begitu cepat merubahmu? Apakah kekuasaan telah membuatmu lupa bahwa semakin engkau berkuasa, maka akan semakin banyak godaan menerpa. Angin kecang akan datang menyerangmu, bahkan mungkin lebih kencang dari kasus century dan KPK.
Sebagai guru, Aku hanya bisa berdoa, semoga Tuhan Yang Maha Bijaksana selalu membimbingmu menjadi pemimpin bangsa yang dikagumi oleh rakyatnya. Dikenang dan dipuja puji sepanjang masa.
salam Blogger Persahabatan
Omjay
Saya Kehilangan Gusdur
politik Tagged gusdur wafat, saya kehilangan gusdur 1 Comment »Baru saja saya mendengar berita bahwa mantan Presiden Indonesia, Gusdur baru saja wafat hari ini, pukul 18.45 WIB di RSCM Jakarta. Tentu berita ini sangat mengagetkan saya secara pribadi karena saya tak pernah menduga Allah memanggil beliau secepat itu. Inna Lillallaahi Wa inna Ilaihi Rojiun.
Saya dan keluarga turut berduka cita sedalam-dalamnya dan memohon kepada Allah SWT agar memgampuni dosa-dosa beliau dan menerima amal-amal beliau yang telah banyak manfaatnya untuk bangsa ini. Mengharumkan nama bangsa dan tak pernah kenal lelah agar bangsa ini menjadi cerdas.
Gusdur memang tokoh yang kontroversi. Bila Gusdur sudah bicara, akan terjadi pro dan kontra. Terkadang sulit bagi kita apa yang ada dalam alam pikirannya karena beliau adalah orang yang cerdas dan dimiliki oleh bangsa ini. Tokoh yang disegani bukan hanya dari teman-teman Nahdatul Ulama (NU), saja tetapi juga oleh semua kalangan. Baik Muslim maupun non muslim.
Terus terang saya kehilangan Gusdur. Kehilangan yang begitu mendalam, dan sayapun menangis sesunggukan mendengar kepergiannya. Merasa amat sangat kehilangan, karena jarang sekali kita temui seorang tokoh bangsa seperti beliau. Berani berkata tidak, pada saat orang lain berkata ya,
Gusdur memang unik. keunikannya terlihat dari karakternya yang berbeda dari tokoh kebanyakan. Gusdur kadang dipuji, tetapi juga sering dicaci karena statementnya yang terkadang membuat kuping orang yang mendengarnya serasa panas.
Gusdur adalah juga orang yang pantang mengeluh. Ini terlihat ketika orang-orang yang dulu dekat dengannya, satu persatu meninggalkannya. Dia tetap konsisten dengan perjuangannya. Selalu komitmen dengan janjinya, dan terkadang sulit dicerna oleh orang kebanyakan.
Salah satu keputusan beliau yang kontrovesial adalah ketika beliau menjabat sebagai presiden, ada dua departemen yang dibubarkan beliau yaitu departemen penerangan dan departemen sosial. Namun, ada departeman yang beliau buka yaitu departemen kelautan dan perikanan yang sampai saat ini masih terus dipertahankan oleh presiden SBY.
Akhirnya saya kehilangan Gusdur. Tokoh bangsa yang memiliki karakter unik. idola saya ketika mahasiswa. Beliau sanggup membuat ribuan mahasiswa dan dosen pada saat itu tertawa terbahak-bahak mendengarkan guyonan beliau. Tak terkecuali rektor IKIP Jakarta waktu itu, Prof. DR. Conny R. Semiawan. Waktu itu tahun 1990, beliau belum menjadi presiden, tetapi nama beliau sudah terkenal kemana-mana. Diam-diam saya kagum padanya pada saat itu. Itulah pertama kali saya bertemu dengan beliau. Bercium tangan dengan beliau. Orang yang selalu berpikir ke depan, dan pikirannya sulit untuk diterka oleh orang-orang seperti saya. Tak salah bila bangsa ini pernah memilihnya menjadi presiden Indonesia.
Indonesia memerlukan orang-orang seperti Gusdur, yang berani berbuat, berani bertanggungjawab. Seorang tokoh demokrasi dan Humanisme.
Selamat jalan Gusdur, saya kehilangan figur bangsa seperti engkau. Meskipun engkau telah tiada saya tak akan pernah lupa apa yang pernah engkau sampaikan pada kami di IKIP Jakarta. Jadilah guru harapan bangsa, bukan menjadi guru yang hanya untuk dirinya sendiri. Menjadi panutan agar bangsa ini pintar dan mau berbagi pengetahuan dengan penuh keikhlasan kepada generasi penerus bangsa.
Selamat jalan pahlawanku. Kelak, aku akan menyusulmu.
Salam Blogger Persahabatan
SBY Digoyang, SBY Menang
politik Tagged sby digoyang No Comments »
Kita tentu sedih juga melihat presiden terpilih Indonesia terus menerus digoyang dengan isue-isue atau fitnah yang kurang bermutu. Padahal masa kampanye sudah berlalu, dan kita harus menyelenggarakan pembangunan yang merata di seluruh tanah air. Rasanya habis waktu kita untuk bergosip ria atau menjelek-jelekkan orang lain yang kita tidak tahu pasti apakah sumber itu benar ataukah hanya sekedar opini semata. Apalagi bila opini itu menyangkut sosok presiden yang menjadi kepala negara kita. Susilo bambang Yudhoyono atau biasa disebut Pak SBY.
Kritik dan saran tentu harus dilakukan. Tetapi harus juga didukung dengan data-data yang bisa dipertanggungjawabkan. jangan asal comot sana-sini lalu dijadikan sumber untuk memfitnah orang lain. Sebab fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Apalagi bila yang difitnah dan memfitnah sama-sama orang beragama, tentu akan kurang baik. Sebab dalam ajaran agama manapun fitnah itu dilarang dan kalau bisa ditinggalkan karena tidak bagus dalam membina tali persaudaraan.
Pak SBY presiden kita, kini semakin digoyang. digoyang oleh lawan politiknya yang ingin beliau turun sebelum masanya berakhir. Saya bukan seorang politikus, dan juga pendukung parpol manapun. Saya orang yang netral saja, dan tidak ingin presiden saya terganggu kinerjanya karena adanya berita yang kurang bermutu, baik itu berupa dugaan-dugaan yang tidak mendasar maupun data-data yang sengaja dibuat agar nama baik beliau tercemar. Berusaha menebar berita bohong supaya rakyat percaya.
SBY digoyang, SBY akan menang. Sebab beliau adalah pemimpin yang amanah dan berusaha untuk berlaku adil kepada semua rakyatnya. Kalau beliau tidak amanah, tidak mungkin beliau menang dalam pemilu yang baru lalu dan dipercaya kembali oleh rakyat.KPU telah bekerja dan MPR telah melantik kembali pak SBY menjadi presiden.
Saya bukan pendukung SBY, dan bahkan pemilu kemarinpun saya tak memilih SBY menjadi presiden, tetapi saya legowo menerima kekalahan itu. Karena saya melihat rakyat telah memilih pemimpinnya. walaupun katanya ada kecurangan di sana-sini, tetapi bila tak terbukti di pengadilan, maka itu hanya isue. Buat apa berpusing ria mencari sesuatu yang tidak pasti.
Pak SBY digoyang, Pak SBY akan menang. Saya yakin akan banyak rakyat yang bersimpati kepadanya. Sebab biar bagaimanapun beliau adalah kepala negara yang terpilih secara syah dalam pilpres kemarin dan telah disumpah untuk menjalankan kewajibannya untuk mengemban amanah rakyat ini. Bila ada hal-hal yang pada akhirnya menyeret nama pak SBY, itulah tandanya Pak SBY semakin digoyang, semakin menang.
Saya belum membaca buku terbaru George Aditjondro yang menghebohkan itu. Asalkan buku itu dituliskan dengan data-data yang dapat dipertanggungjawabkan dan bukan hanya sekedar gosip, maka buku ini layak untuk dibaca. Tetapi bila buku ini cuma mencari sensasi dan memfitnah pak SBY, maka saya mendukung penarikan buku ini dari toko buku manapun.
Hanya saja persoalannya, kenapa buku itu langsung hilang sebelum ada larangan dari kejaksaan? Bukankah ini kurang baik bagi terciptanya kreativitas menulis di negeri ini? Mohon kiranya, pihak-pihak yang berwenang mampu untuk berlaku adil. Sebab bila keadilan tidak ditegakkan, maka jangan salahkan bila buku itu akan jadi booming dan membuat orang penasaran untuk mencarinya. Termasuk saya sendiri yang penasaran juga ingin membacanya. Tapi, dimana ya saya dapatkan buku mas aditjondro? Mohon bantu saya untuk mendapatkannya.
SBY digoyang, SBY menang adalah sebuah banyolan kecil dari seorang guru yang suka menulis. Semoga saja pak SBY mampu menyelesaikannya dengan baik di periode kedua pemerintahannya ini. Namun, baru saja saya menonton di TVRI, ada seorang siswi SMU Taruna Nusantara bertanya kepada Ibu Ani, istri dari pak SBY. Pertanyaannya adalah apakah ibu siap menjadi presiden? Lalu ibu Ani bertanya balik kepada siswi itu, kenapa kamu bertanya seperti itu? Siswi itu pun menambahkan, ibu bisa seperti Hillary Clinton yang mencalonkan diri jadi presiden ketika suaminya sudah habis masa jabatannya. Pertanyaan tak terduga namun syarat dengan makna. Apakah anda ikut menontonnya?
Salam Blogger Persahabatan
Omjay
Kehebatan Seorang Boediono
politik Tagged omjay, hebatnya boediono 66 Comments »
Setelah melihat bagaimana pak Boediono menjawab semua pertanyaan anggota dewan yang terhormat, saya semakin yakin bahwa pak Boediono adalah orang yang hebat. Kehebatannya terlihat dari bagaimana beliau menjawab semua pertanyaan itu dengan penuh ketenangan dan membuat siapa pun yang memberikan pertanyaan itu menjadi berpikir keras untuk mengajukan pertanyaan kembali. Nampak jelas kejujuran dan kepandaian seorang Boediono.
Saya bukan seorang politikus. Juga bukan seorang jurnalist yang jago menulis. Saya hanya seorang guru yang melihat seorang Boediono dari kacamata seorang pendidik. Orang yang hebat adalah orang yang matang dalam berpikir dan bijak dalam bertindak. Apa yang telah dilakukan oleh Pak Boediono adalah kerja tim dan bukan semata-mata kerja personal. Di sinilah keahlian beliau dalam memimpin perekonomian di negeri ini. Orang cerdas yang selalu ramah dan tidak menyombongan diri. Keramahan itu terlihat jelas dari cara dan penampilan beliau yang sangat sederhana dan low profil. Kata orang banyak bilang, “Jawa banget”
Saya pun kini semakin paham kenapa pak SBY memilih beliau untuk menjadi wakil presiden. Sebab beliau adalah orang yang bekerja dengan penuh rasa tanggungjawab. Bukan bekerja atas bapak senang, tetapi bekerja dengan penuh profesionalisme. Kesederhanaan dan kebersahajaan beliau inilah yang membuat pak SBY jatuh hati padanya dan juga kecerdasan beliau di bidang keuangan dan ekonomi yang di atas rata-rata. Jarang loh orang yang seperti ini!
Sebagai seorang guru besar dari perguruan tinggi terkenal pula, tentu pak Boediono telah melewati berbagai rintangan yang tidak kecil. Saya menaruh hormat kepada beliau. Meskipun saya mendengar kabar bahwa keceriaan di sekretariat wakil presiden tidak seramai waktu pak JK jadi wapres, tetapi itulah keunikan pak Boediono yang tak bisa disamakan dengan orang lain.
Hebatnya pak Boediono membuat saya bangga memiliki wakil presiden seperti beliau. Saya terharu dan bangga karena Tuhan yang Maha Perkasa telah memilihkan bangsa Indonesia, seorang pemimpin yang baik hati dan tidak sombong. Memiliki sifat kenabian, Siddiq, Tabligh, Amanah, dan Fathonah. Membuat siapa saja yang mengenalnya akan memberikan penghormatan yang tinggi.
Akhirnya, saya harus mengakui bahwa pasangan SBY-JK, eh salah, SBY-Boediono adalah pasangan hebat yang harus diakui kehebatannya. Hebatnya pak SBY, ternyata juga diikuti oleh kehebatan wakil presidennya, pak Boediono. Apakah anda setuju dengan saya?
Salam Blogger Persahabatan





