• 19

    Feb

    Pelatihan Ngeblog dan Menulis Kreatif di Wisma UNJ Angkatan ke-16 KSGN

    Alhamdulilah, puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Kegiatan Workshop yang kami publikasikan ke emdia sosial mendapatkan apresiasi yang positif dari kawan-kawan guru di Indonesia. Setelah publikasi disebarkan secara online, ada 45 orang mengirimkan sms dan mendaftarkan namanya untuk ikut workhop guru menulis dan ngeblog di Aula Lantai 3 Wisma Kampus A UNJ Rawamangun. Pelatihan ini merupakan pelatihan yang ke-16 yang diselenggarakan oleh Komunitas Sejuta Guru Ngeblog (KSGN). Berikut ini adalah Peserta Sementara Pelatihan guru menulis dan ngeblog di Wisma UNJ (Universitas Negeri Jakarta) Sabtu, 20 Februari 2016 jam 08.00 wib sampai selesai. Lokasi kegiatan workshop di Jl. Pemuda Komplek UNJ Rawamangun Jaktim, Kampus A sebelah sekolah Labschool Rawamangun dan dekat dengan halte bu
  • 16

    May

    Pentingnya Sebuah Pendidikan Dibahas Mahasiswa BEM UNJ

    Sabtu,14 Mei 2011 saya diminta oleh Mahasiswa untuk memberikan materiUrgensi Pendidikan di Gedung N Kampus A Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Mereka tergabung dalam sebuah organisasi yang bernama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNJ. Sekitar 30 orang Mahasiswa menghadiri acara ini. saya diminta bicara oleh mereka dari Pukul 13.00 WIB s.d. 15.00 WIB. Kegiatan yang bernama Pra Training For education Reform adalah kegiatan yang telah diprogramkan oleh BEM UNJ. TEMA besar kegiatan ini adalah: MEMBANGUN KEPEDULIAN KRITIS TERHADAP PENDIDIKAN INDONESIA Muatan Materi (TOR) yang diminta oleh panitia BEM UNJ ini adalah: Permasalahan pendidikan Indonesia. Peranan serta pentingnya pendidikan terhadap kemajuan bangsa Indonesia. Solusi untuk masalah-masalah pendidikan. Terus terang
  • 28

    Jan

    Pendidikan Budaya dan Karakter Melalui TIK

    Pendidikan sangat diperlukan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dengan pendidikan bangsa ini akan cerdas dalam berpikir, dan bijak dalam bertindak. Agar cerdas dalam berpikir, dan bertindak diperlukan pendidikan budaya dan karakter. Dengan begitu moral dan agama mereka akan terjaga dalam pohon pendidikan. Dalam pohon pendidikan itu, akan terlihat mereka berakar moral dan agama, berbatang ilmu pengetahuan, beranting amal perbuatan, berdaun tali silaturahmi, dan berbuah kebahagiaan dunia dan akhirat. Budaya adalah hasil karsa, dan karya manusia yang dapat dinikmati dan dihargai. Dia tumbuh dalam kearifan lokal masyarakat kita. Sedangkan karakter adalah perangai atau tingkah laku yang menjadi watak manusia dalam berinteraksi kepada sesama. Oleh karena itu pendidikan budaya dan karakter
  • 4

    May

    Pendidikan Keteladanan

    Semoga di saat anda membaca tulisan saya ini, anda semua dalam keadaan sehat. Saya pun berharap wajah-wajah keceriaan mengiringi hari-hari indah anda bersama keluarga. Keluarga sakinah mawaddah warahmah. Keluarga yang di dalamnya ada figur keteladanan dari ayah dan ibu. Mampu Memimpin keluarga kecil bahagia sejahtera dengan penuh kasih sayang, karena didalamnya telah ditanamkan pendidikan keteladanan. Pendidikan keteladanan di mulai dari keluarga dan diajarkan pula di sekolah. Anak sudah harus diarahkan untuk mengikuti hal-hal baik yang dilakukan oleh para orang dewasa agar mereka mendapatkan contoh konkrit dari apa yang dilihatnya. Seorang anak adalah mesing foto copy yang canggih, apapun yang diperbuat oleh bapak dan ibunya maupun lingkungan keluarga akan di contoh oleh si anak, sekaran
  • 30

    Jan

    Hiduplah dengan Memberi Sebanyak-banyaknya

    TULISAN ini diilhami dari film Laskar Pelangi. Dalam film Laskar Pelangi dikisahkan ada seorang guru yang bernama Pak Harfan. Seorang guru yang merangkap kepala sekolah. Hidupnya sangat sederhana dan selalu mengajarkan kepada anak didiknya agar hiduplah dengan memberi sebanyak-banyaknya bukan menerima sebanyak-banyaknya. Suatu pesan moral yang sangat dalam bila kita renungkan. Di zaman serba sulit saat ini tentu sifat egoisme melanda sebagian kita. Banyak orang asyik dengan dirinya sendiri dan tak peduli dengan orang lain. Bagi dirinya berlaku hukum hiduplah dengan menerima sebanyak-banyaknya. Bukan memberi sebanyak-banyaknya. Falsafah hidup ini sekarang telah melanda sebagian dari kita bangsa Indonesia. Kalau saja banyak diantara kita yang memiliki falsafah hidup seperti pak Harfan, te
-

Author

Follow Me